Lintasnusantara.online- Takalar– Sulsel- Komitmen Pemerintah Kabupaten Takalar dalam mewujudkan daerah bebas Tuberkulosis (TBC) terus diperkuat melalui berbagai inovasi dan edukasi kepada masyarakat.
Program Assamaturu Bebas TBC (Aksi Sistematis Bebaskan TBC) merupakan inovasi yang digagas oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, dr. Hj. Nilal Fauziah, M.Kes, sebagai proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI).
Program Assamaturu Bebas TBC (Aksi Sistematis Bebaskan TBC) yang digagas oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, dr. Hj. Nilal Fauziah, M.Kes, sebagai gerakan kolaboratif untuk mendukung target eliminasi TBC pada tahun 2030.
Inovasi Assamaturu Bebas TBC sebelumnya telah resmi diluncurkan di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar pada Rabu, 17 Juni 2026.
Peluncuran program tersebut dirangkaikan dengan pengukuhan 110 Duta Assamaturu Bebas TBC oleh Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, sebagai bentuk penguatan peran masyarakat dalam mendukung percepatan penanggulangan penyakit TBC di Kabupaten Takalar.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui program Talkshow “Takalar Cepat Menyapa” yang disiarkan langsung dari Studio Radio Suara Lipang Bajeng (SLIBE) 98.8 FM pada Kamis (9/7/2026).
Dalam kesempatan itu, dr. Hj. Nilal Fauziah hadir sebagai narasumber utama dengan mengangkat tema “CKG dan Assamaturu Bebas TBC”, dipandu oleh host Nur Dewy.
Talkshow tersebut menjadi media edukasi sekaligus ruang dialog interaktif antara pemerintah dan masyarakat mengenai pentingnya pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan Tuberkulosis secara terpadu.
Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai manfaat Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai langkah preventif untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini.
Dalam pemaparannya, dr. Hj. Nilal Fauziah menegaskan bahwa Tuberkulosis masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian bersama.
Karena itu, keberhasilan eliminasi TBC tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Keberhasilan penanganan TBC membutuhkan kerja sama semua pihak. Mulai dari keluarga, pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga seluruh warga harus berperan aktif dalam mendeteksi gejala sejak dini, mendampingi pasien, serta memastikan pengobatan berjalan hingga tuntas agar rantai penularan dapat diputus,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa melalui inovasi Assamaturu Bebas TBC, Pemerintah Kabupaten Takalar terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penemuan kasus, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, serta memperkuat pendampingan kepada pasien hingga sembuh.
Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun kepedulian kolektif masyarakat sehingga target Takalar Bebas TBC Tahun 2030 dapat diwujudkan secara bertahap dan berkelanjutan.
Selain membahas penanggulangan TBC, talkshow juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Program tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah dalam mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan sehingga berbagai penyakit dapat dideteksi lebih awal dan memperoleh penanganan yang tepat.
Program “Takalar Cepat Menyapa” merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Takalar melalui kerja sama Humas Pemkab Takalar dan Radio SLIBE FM dalam menghadirkan informasi yang edukatif, aktual, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Melalui siaran radio, pemerintah berharap komunikasi publik semakin efektif sekaligus membuka ruang interaksi antara masyarakat dan para pemangku kebijakan.
Dengan terselenggaranya talkshow ini, Pemerintah Kabupaten Takalar berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan terus meningkat, memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis, serta mendukung penuh gerakan Assamaturu Bebas TBC.
Sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat diyakini menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Kabupaten Takalar yang sehat, tangguh, dan bebas dari ancaman Tuberkulosis pada tahun 2030.
(*)

Leave a Reply