Lintasnusantara online.
Takalar/Sulawesi Selatan – Jumat, 5/12/2025. Pembangunan tower pemancar jaringan internet di Lingkungan Bone-bone, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, kembali menuai perhatian publik.
Proyek berskala besar yang dikerjakan oleh PT Tower Bersama Group ini disorot lantaran diduga mengabaikan kewajiban keselamatan kerja, meski proyek tersebut menggunakan anggaran bernilai besar.
Pantauan langsung di lokasi menunjukkan bahwa para pekerja melakukan aktivitas konstruksi tanpa mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap sesuai standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Para pekerja hanya terlihat memakai helm dan rompi proyek, sementara perlengkapan keselamatan utama seperti safety belt, sepatu keselamatan, sarung tangan, hingga sistem perlindungan jatuh (fall protection system) tidak tersedia di lokasi.
Kondisi ini sangat berbahaya mengingat para pekerja harus menangani material baja di ketinggian mencapai lebih dari 30 meter.
Selain minim APD, area proyek juga tidak terlihat menyediakan fasilitas K3 yang memadai jika terjadi kecelakaan.
Padahal pekerjaan konstruksi bertingkat, terlebih pembangunan tower tinggi, memiliki risiko kecelakaan besar yang bisa mengancam nyawa.
Ketiadaan standar keselamatan ini menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap pekerja, dan bertentangan dengan aturan K3 yang wajib dipenuhi setiap perusahaan konstruksi.
Fakta-fakta tersebut memunculkan dugaan bahwa kontraktor pelaksana proyek terkesan masa bodoh terhadap keselamatan tenaga kerjanya.
Indikasi kurangnya kepedulian terlihat dari tidak disediakannya kelengkapan APD standar, seolah-olah yang penting pekerjaan berjalan dan target proyek tercapai.
Praktik seperti ini bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga membahayakan nyawa pekerja yang seharusnya dilindungi.
Media Lintasnusantara online sebelumnya telah berupaya meminta konfirmasi dan klarifikasi dari pihak perusahaan maupun kontraktor pelaksana sejak berita pertama diterbitkan.
Namun hingga kini, tidak ada respons yang diberikan melalui panggilan telepon maupun pesan WhatsApp. Upaya serupa juga dilakukan saat berita kedua dipublikasikan, tetapi tetap tidak mendapat tanggapan hingga laporan ini diturunkan.
Meski demikian, redaksi Iintasnusantara online tetap membuka ruang seluas-luasnya untuk hak jawab dan klarifikasi dari PT Tower Bersama Group atau pihak kontraktor pelaksana.
Media ini menjunjung asas keberimbangan informasi dan siap memuat tanggapan resmi jika pihak terkait bersedia memberikan penjelasan.
(D.Mg)

Leave a Reply